Postingan

ACEH, WABAH & TRADISI MEUGANG

  Bercerita tentang sakralnya meugang di Aceh, saya teringat saat masa-masa masih menjadi mahasiswa dulu. Ujian akhir semester selalu bertepatan atau berdekatan dengan ramadhan. Sudah pasti, saya akan melewati momen meugang sendirian. Ah, serunya memasak daging bersama ibu, sekaligus belajar mengolah daging dengan bumbu khas Aceh. Sejak merantau kuliah di Medan, ibu selalu rutin mengirimkan paket berbagai menu olahan daging lengkap dengan kerupuk dan ikan asin yang sudah digoreng. Disantap dengan nasi hangat ala anak kost-kostan. Hanya masakan ibu sebagai pengobat rindu yang bisa saya cicipi di saat momen meugang seperti ini, meski terpisah jarak—Medan-Banda Aceh, waktu itu.             Lanjut, setelah menikah dan merantau ke Depok, juga demikian. Hanya bisa meugang dengan seekor ayam saja, itu sudah terharu rasanya. Mengingat jarak pulang kampung yang jauh, dan tiket pesawat yang lumayan mahal, ibu juga yang masih sempat-s...

Hakikat Rezeki

Gambar
Kadang kita lupa, bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita begitu banyak menikmati rezeki dari Allah. Hanya saja mungkin kita masih kurang menyadari rezeki apa saja yang sudah kita nikmati setiap detik dari-Nya. Kita masih terus berkeluh-kesah, merasa kurang beruntung, tak bahagia, hingga menuju kepada kufur nikmat, sehingga kerap merasa iri, hasad dan dengki dengan kebagiaan dan kesenangan yang dirasakan oleh orang lain. Kita terlalu sibuk melihat orang lain, sehingga lupa bersyukur atas diri sendiri. Padahal, mengkhusyu'-kan diri dalam doa lebih baik daripada mengeluh. Rezeki setiap orang berbeda-beda. Rezeki yang sudah di atur porsi nya dan sudah dijanjikan kehadirannya. Ada yang sudah mapan karir dan finansial, apapun mampu di beli, namun jodoh belum kunjung datang. Ada yang di amanahkan memiliki pasangan yang shalih/shalihah, punya rumah besar dan kendaraan mewah, namun belum di karuniai anak. Ada yang di amanahkan pasangan yang shalih/shalihah, anak-anak yang banya...